1.
Karakteristik Peserta didik SD/MI
Lebih dari 2000 tahun silam, Konfusius
mengatakan: Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya lihat, saya ingat. Yang saya
kerjakan, saya pahami (Melvin
M. Silberman, 2009: 23). Pepatah Cina ini berbicara tentang karakteristik
seorang peserta didik, dan cara mereka belajar.
a. Hal yang peserta didik dapati dengan mendengar, peserta
didik lupa.
b. Hal yang peserta didik dapati dengan mendengar dan
melihat, peserta didik sedikit ingat.
c. Hal yang peserta didik dapati dengan mendengar,
melihat, dan mempertanyakan atau mendiskusikan dengan orang lain, peserta didik
mulai pahami.
d. Hal yang peserta didik dengar, lihat, bahas, dan terapkan,
peserta didik dapatkan pengetahuan dan keterampilan.
e.
Hal yang peserta didik ajarkan kepada orang lain, peserta
didik kuasai.
Gambar 2.7
Suasana Proses Belajar Mengajar
Di sekolah/madrasah, pada umumnya pendidik
berbicara dengan kecepatan 100 hingga 200 kata per menit. Jika peserta didik
benar-benar berkonsentrasi, mereka akan dapat mendengar dengan penuh perhatian
terhadap 50 hingga 100 kata per menit, atau setengah dari apa yang dikatakan
pendidik. Dengan menambahkan media visual pada proses pembelajaran, ingatan peserta
didik akan bertambah dari 14 hingga 38 persen (Pike, 1989) dalam (Melvin L.
Silberman, 2009: 24-25). Waktu yang diperlukan untuk menyajikan sebuah konsep
dapat berkurang hingga 40 persen ketika media visual digunakan untuk mendukung
presentasi lisan pendidik. Dan ketika pendidik menambahkan media auditori dan
visual dalam penyajian bahan ajar di dalam kelas, maka persen yang diberikan
akan menjadi lebih kuat.
Peserta didik sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah
(SD/MI) umurnya berkisar antara 6 atau 7 tahun, sampai 12 atau 13 tahun.
Menurut Piaget (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 14), mereka berada pada fase
perkembangan operasional kongkret. Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah
proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih
terikat dengan objek yang bersifat kongkret. Dan mereka juga dapat mengikuti
penalaran logis, walau kadang memecahkan masalah secara trial and error.
Dari usia perkembangan kognitif, peserta didik SD/MI masih terikat dengan objek
kongkret yang dapat ditangkap oleh panca indera. Oleh karena itu, belajar bagi peserta
didik SD/MI tidak hanya cukup dengan mendengarkan atau melihat sesuatu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar