Jadilah Teladan Mereka
Anak-anak belajar dengan mengamati.
Mereka memperhatikan dan kemudian
meniru, sangat pandai sekali melakukannya ^^
Perilaku, tindakan, ekspresi muka,
bahkan gaya bicara dan kebiasaan orang tua akan menjadi hal pertama yang mereka
tiru. Jika semuanya baik, maka anak akan memperoleh banyak hal positif dari
kegiatan menirunya. Namun bagaimana jika sebaliknya?
Apin adalah anak seorang petani
garam miskin yang memiliki banyak sekali adik.
Pada usianya yang ke 11 tahun, ia
dikenal sebagai seorang anak yang pandai, jujur, pekerja keras, memiliki banyak
sekali teman, dan sangat suka belajar.
Kehidupan yang sangat sulit membuat
keluarganya harus bersusah payah setiap hari.
Sehabis pulang sekolah, Apin tidak
pernah absen untuk membantu ayahnya. Punggung ayahnya yang basah oleh keringat,
dan senyum yang selalu merekah manakala ayahnya menoleh kebelakang untuk
melihat keadaannya berarti sangat banyak untuk Apin. Bagaimana tidak, dari sana
ia belajar menjadi dewasa, ia mengerti betul ayahnya yang seorang pekerja keras
itu tengah mengajarkannya memahami apa makna bertanggung jawab.
Tidak cukup sampai situ saja, ibu
Apin adalah sosok perempuan tegar. Kadang saat waktu makan tiba, ibu Apin tidak
merasa keberatan untuk mengatakan bahwa perutnya sudah kenyang dan ia tidak
membutuhkan makanan itu lagi. Hanya Apin yang tahu jika saat itu ibuya tengah
berbohong. Namun siapa sangka, pengorbanan itu adalah kejujuran dalam wujudnya
yang lain. Keterbatasan mendidik mereka untuk pandai berbagi.
Adik-adik Apin masih sangat kecil,
mereka hanya tahu bagaimana caranya bermain dan tertawa. Sesekali menangis
karena bertengkar atau karena keinginan mereka yang tidak mampu dipenuhi oleh
ibunya.
Bagi Apin, segala pernak pernik
kehidupan ini mengajarkannya untuk pandai bermimpi.
‘Perbuatan jauh lebih menancap dari
hanya sekedar perkataan.’
Dan tidak pernah ada orang tua yang
ingin mewariskan kejelekan atau kemalangan untuk buah hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar