1.
Belajar dan Pembelajaran
a.
Definisi Belajar dan Pembelajaran
Kegiatan belajar dilakukan oleh semua makhluk
hidup, mulai dari bentuk kehidupan yang paling sederhana sampai yang paling
kompleks. Efektivitas kegiatan belajar tersebut tergantung pada kerumitan jenis
kehidupannya. Manusia, sebagai makhluk yang unik, melakukan kegiatan belajar
dengan cara dan sistem yang unik pula.
Menurut pandangan psikologi daya, belajar adalah
melatih daya-daya yang dimiliki manusia. Dengan latihan tersebut, akan
terbentuk dan berkembang berbagai daya yang dapat berfungsi sebagaimana
mestinya, seperti daya ingat, daya pikir, daya rasa, daya kehendak, dan
sebagainya (Hamalik, 2009: 106).
Sementara menurut pandangan konstruktivisme (dalam
Hamalik, 2009: 106), belajar merupakan suatu proses, yang berlangsung melalui
serangkaian pengalaman, sehingga terjadi modifikasi pada tingkah laku yang
telah dimiliki sebelumnya.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (educasi.kompasiana.com diunduh tanggal 08 November 2012 Pkl. 19.30).
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi
proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta
pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain,
pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar
dengan baik.
Pembelajaran mempunyai
pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi memiliki konotasi yang berbeda. Dalam Pembelajaran, guru tidak hanya mengajar
peserta didik agar dapat
belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga
mencapai sesuatu objektivitas yang
ditentukan (aspek kognitif), tetapi guru juga dituntut
untuk mampu memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif),
serta mengembangakan keterampilan
(aspek psikomotor) siswa. Dalam hal ini, pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara
guru dengan siswa. Sementara pengajaran hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan mengajar saja.
Pembelajaran berkualitas sangat tergantung pada kegairahan belajar siswa dan kreativitas guru.
Pembelajar atau siswa yang
memiliki kegairahan belajar yang tinggi
ditunjang dengan guru yang
mampu memfasilitasi kegairahan belajar
tersebut maka akan
membawa pada keberhasilan pencapaian hasil
belajar. Hasil belajar
dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses
belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang dengan fasilitas yang memandai, dan kreativitas
guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai
hasil belajarnya.
b.
Belajar Menurut Pandangan Piaget
Piaget (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 13)
berpendapat bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan
interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami
perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan, maka fungsi intelek
semakin berkembang.
Perkembangan intelektual anak dicapai melalui
tahap-tahap sebagai berikut:
1) Sensori motor (0–2 tahun); anak mengenal
lingkungan dengan kemampuan sensorik dan motorik.
2) Pra-operasional (2–7 tahun); anak mengandalkan
diri pada persepsi tentang realitas.
3)
Operasional kongkret (7–12 tahun); anak dapat
mengembangkan pikiran logis.
4)
Operasional formal (12 tahun ke atas); anak dapat berfikir
abstrak seperti orang dewasa.
Pengetahuan
dibangun dalam pikiran. Setiap individu membangun sendiri pengetahuannya.
Pengetahuan yang dibangun terdiri dari tiga bentuk, yaitu pengetahuan fisik,
pengetahuan logika-matematika, dan pengetahuan sosial. Belajar pengetahuan
meliputi tiga fase, yaitu eksplorasi, pengenalan konsep dan aplikasi konsep
(Dimyati dan Mudjiono, 2009: 14).
Menurut
Piaget (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2009: 13), pembelajaran terdiri dari empat
langkah, yaitu:
1)
Langkah pertama: Menentukan topik yang dapat
dipelajari oleh anak sendiri.
2) Langkah kedua: Memilih atau mengembangkan
aktivitas kelas dengan topik tertentu.
3) Langkah ketiga: Mengetahui adanya kesempatan bagi
guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah.
4) Langkah keempat: Menilai pelaksanaan tiap
kegiatan, memperhatikan keberhasilan, dan melakukan revisi.
c.
Faktor-faktor Belajar
Hamalik (2009: 109-111), menyebutkan bahwa
terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi proses belajar seorang anak, yaitu:
1)
Kegiatan belajar
Belajar memerlukan banyak kegiatan, agar anak memperoleh pengalaman guna
mengembangkan pengetahuan dan pemahaman, sikap dan nilai, serta mengembangkan
keterampilan. Pembelajaran dianggap efektif jika anak dapat bersifat aktif,
sedangkan guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator.
2)
Latihan dan ulangan
Hasil belajar akan menjadi lebih mantap, jika siswa sering diberi latihan
dan ulangan secara kontinyu, sistematis, dan terbimbing.
3)
Kepuasan dan kesenangan
Dorongan belajar akan bertambah besar jika belajar tersebut dapat
memberikan kesenangan dan kepuasan bagi siswa.
4)
Asosiasi dan transfer
Berbagai pengalaman yang diperoleh, yaitu pengalaman lama dan baru harus
diasosiasikan agar menjadi satu kesatuan. Pengalaman dari satu situasi harus
diasosiasikan dengan pengalaman dari situasi lain, sehingga memudahkan transfer
hasil belajar.
5)
Pengalaman masa lampau dan pengertian
Berbagai pengalaman dan pengertian yang telah dimiliki siswa akan
memudahkannya menerima pengalaman baru. Pengalaman dan pengertian masa lampau
tersebut menjadi dasar serta pengalaman apersepsi bagi siswa.
6)
Kesiapan dan kesediaan belajar
Faktor kesiapan turut menentukan hasil belajar. Kesiapan mengandung arti
kesiapan mental, sosial, emosional, dan fisik. Kesiapan akan memudahkan para
siswa untuk belajar mencapai keberhasilan.
7)
Minat dan usaha
Kegiatan belajar yang didasari dengan penuh minat akan mendorong siswa
belajar lebih baik, sehingga akan meningkatkan hasil belajar. Minat belajar
akan muncul jika siswa merasa tertarik terhadap berbagai hal yang akan
dipelajari, atau jika siswa tersebut menyadari kaitan hal-hal yang akan
dipelajarinya tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadinya.
8)
Fisiologis
Kesehatan dan keseimbangan jasmani siswa perlu mendapat perhatian penuh,
karena kondisi fisiologi akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi,
kegiatan, dan hasil belajar. Keberhasilan atau kegagalan belajar banyak
ditentukan oleh faktor fisiologis siswa sendiri.
9)
Intelegensi atau kecerdasan
Kemajuan belajar juga sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan intelegensi
siswa seperti cerdas, kurang cerdas, atau lamban.
d.
Tujuan Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan proses perubahan individu yang berlangsung
sepanjang hayat. Belajar juga suatu proses perubahan tingkah laku yang
berkesinambungan antara berbagai unsur dan berlangsung seumur hidup yang
didorong oleh berbagai aspek seperti motivasi, emosional, sikap dan yang
lainnya dan pada akhirnya menghasilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
Unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan
sebagai sumber pendorong, situasi belajar, yang memberikan kemungkinan
terjadinya kegiatan belajar.
Tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai
tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses
belajar. Tujuan belajar menurut Sukandi (1983) dalam (anekanews.com diunduh tanggal 12
Desember 2012 Pkl. 05.47), adalah mengadakan perubahan tingkah laku dan
perbuatan. Perubahan itu dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan keterampilan,
kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau penerimaan dan penghargaan.
Sedangkan tujuan pembelajaran adalah suatu
pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang
diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang
diharapkan. Proses pembelajaran adalah proses membantu siswa
belajar,yang ditandai dengan perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif,
afektif dan psikomotorik. Seorang guru hanya dapat dikatakan telah melakukan
kegiatan pembelajaran jika terjadi perubahan perilaku pada diri peserta didik
sebagai akibat dari kegiatan tersebut (Kartadinata, 1997) dalam (anekanews.com diunduh tanggal 12
Desember 2012 Pkl. 05.47). Ketercapaian tujuan pembelajaran dapat
dikatakan sebagai dampak dari proses pembelajaran. Dampak pembelajaran adalah
hasil belajar yang dapat segera diukur, yang terwujud dalam hasil evaluasi
pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar