Jumat, 04 Oktober 2013

Edisi Jum'at : Belajar & Pembelajaran



1.    Belajar dan Pembelajaran
a.      Definisi Belajar dan Pembelajaran
Kegiatan belajar dilakukan oleh semua makhluk hidup, mulai dari bentuk kehidupan yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Efektivitas kegiatan belajar tersebut tergantung pada kerumitan jenis kehidupannya. Manusia, sebagai makhluk yang unik, melakukan kegiatan belajar dengan cara dan sistem yang unik pula.
Menurut pandangan psikologi daya, belajar adalah melatih daya-daya yang dimiliki manusia. Dengan latihan tersebut, akan terbentuk dan berkembang berbagai daya yang dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti daya ingat, daya pikir, daya rasa, daya kehendak, dan sebagainya (Hamalik, 2009: 106).
Sementara menurut pandangan konstruktivisme (dalam Hamalik, 2009: 106), belajar merupakan suatu proses, yang berlangsung melalui serangkaian pengalaman, sehingga terjadi modifikasi pada tingkah laku yang telah dimiliki sebelumnya.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (educasi.kompasiana.com diunduh tanggal 08 November 2012 Pkl. 19.30). Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi memiliki konotasi yang berbeda. Dalam Pembelajaran, guru tidak hanya mengajar peserta didik agar dapat belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga mencapai sesuatu objektivitas yang ditentukan (aspek kognitif), tetapi guru juga dituntut untuk mampu memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta mengembangakan keterampilan (aspek psikomotor) siswa. Dalam hal ini, pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan siswa. Sementara pengajaran hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan mengajar saja.
Pembelajaran berkualitas sangat tergantung pada kegairahan belajar siswa dan kreativitas guru. Pembelajar atau siswa yang memiliki kegairahan belajar yang tinggi ditunjang dengan guru yang mampu memfasilitasi kegairahan belajar tersebut maka akan membawa pada keberhasilan pencapaian hasil belajar. Hasil belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang dengan fasilitas yang memandai, dan kreativitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai hasil belajarnya. 
b.      Belajar Menurut Pandangan Piaget
Piaget (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 13) berpendapat bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan, maka fungsi intelek semakin berkembang.
Perkembangan intelektual anak dicapai melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1) Sensori motor (0–2 tahun); anak mengenal lingkungan dengan kemampuan sensorik dan motorik.
2)  Pra-operasional (2–7 tahun); anak mengandalkan diri pada persepsi tentang realitas.
3)      Operasional kongkret (7–12 tahun); anak dapat mengembangkan pikiran logis.
4)      Operasional formal (12 tahun ke atas); anak dapat berfikir abstrak seperti orang dewasa.
Pengetahuan dibangun dalam pikiran. Setiap individu membangun sendiri pengetahuannya. Pengetahuan yang dibangun terdiri dari tiga bentuk, yaitu pengetahuan fisik, pengetahuan logika-matematika, dan pengetahuan sosial. Belajar pengetahuan meliputi tiga fase, yaitu eksplorasi, pengenalan konsep dan aplikasi konsep (Dimyati dan Mudjiono, 2009: 14).
Menurut Piaget (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2009: 13), pembelajaran terdiri dari empat langkah, yaitu:
1)      Langkah pertama: Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri.
2)  Langkah kedua: Memilih atau mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tertentu.
3)  Langkah ketiga: Mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah.
4) Langkah keempat: Menilai pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan, dan melakukan revisi.
c.       Faktor-faktor Belajar
Hamalik (2009: 109-111), menyebutkan bahwa terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi proses belajar seorang anak, yaitu:
1)      Kegiatan belajar
Belajar memerlukan banyak kegiatan, agar anak memperoleh pengalaman guna mengembangkan pengetahuan dan pemahaman, sikap dan nilai, serta mengembangkan keterampilan. Pembelajaran dianggap efektif jika anak dapat bersifat aktif, sedangkan guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator.
2)      Latihan dan ulangan
Hasil belajar akan menjadi lebih mantap, jika siswa sering diberi latihan dan ulangan secara kontinyu, sistematis, dan terbimbing.
3)      Kepuasan dan kesenangan
Dorongan belajar akan bertambah besar jika belajar tersebut dapat memberikan kesenangan dan kepuasan bagi siswa.
4)      Asosiasi dan transfer
Berbagai pengalaman yang diperoleh, yaitu pengalaman lama dan baru harus diasosiasikan agar menjadi satu kesatuan. Pengalaman dari satu situasi harus diasosiasikan dengan pengalaman dari situasi lain, sehingga memudahkan transfer hasil belajar.
5)      Pengalaman masa lampau dan pengertian
Berbagai pengalaman dan pengertian yang telah dimiliki siswa akan memudahkannya menerima pengalaman baru. Pengalaman dan pengertian masa lampau tersebut menjadi dasar serta pengalaman apersepsi bagi siswa.
6)      Kesiapan dan kesediaan belajar
Faktor kesiapan turut menentukan hasil belajar. Kesiapan mengandung arti kesiapan mental, sosial, emosional, dan fisik. Kesiapan akan memudahkan para siswa untuk belajar mencapai keberhasilan.
7)      Minat dan usaha
Kegiatan belajar yang didasari dengan penuh minat akan mendorong siswa belajar lebih baik, sehingga akan meningkatkan hasil belajar. Minat belajar akan muncul jika siswa merasa tertarik terhadap berbagai hal yang akan dipelajari, atau jika siswa tersebut menyadari kaitan hal-hal yang akan dipelajarinya tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadinya.
8)      Fisiologis
Kesehatan dan keseimbangan jasmani siswa perlu mendapat perhatian penuh, karena kondisi fisiologi akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi, kegiatan, dan hasil belajar. Keberhasilan atau kegagalan belajar banyak ditentukan oleh faktor fisiologis siswa sendiri.
9)      Intelegensi atau kecerdasan
Kemajuan belajar juga sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan intelegensi siswa seperti cerdas, kurang cerdas, atau lamban.
d.      Tujuan Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan proses perubahan individu yang berlangsung sepanjang hayat. Belajar juga suatu proses perubahan tingkah laku yang berkesinambungan antara berbagai unsur dan berlangsung seumur hidup yang didorong oleh berbagai aspek seperti motivasi, emosional, sikap dan yang lainnya dan pada akhirnya menghasilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan. Unsur utama dalam belajar adalah individu sebagai peserta belajar, kebutuhan sebagai sumber pendorong, situasi belajar, yang memberikan kemungkinan terjadinya kegiatan belajar.
Tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar. Tujuan belajar menurut Sukandi (1983) dalam (anekanews.com diunduh tanggal 12 Desember 2012 Pkl. 05.47), adalah mengadakan perubahan tingkah laku dan perbuatan. Perubahan itu dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan keterampilan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau penerimaan dan penghargaan.
Sedangkan tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Proses pembelajaran adalah proses membantu siswa belajar,yang ditandai dengan perubahan perilaku baik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Seorang guru hanya dapat dikatakan telah melakukan kegiatan pembelajaran jika terjadi perubahan perilaku pada diri peserta didik sebagai akibat dari kegiatan tersebut (Kartadinata, 1997) dalam (anekanews.com diunduh tanggal 12 Desember 2012 Pkl. 05.47). Ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dikatakan sebagai dampak dari proses pembelajaran. Dampak pembelajaran adalah hasil belajar yang dapat segera diukur, yang terwujud dalam hasil evaluasi pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar